Tenaga Pendamping Profesional... Bangun Desa Bangun Indonesia... Desa Terdepan Untuk Indonesia
Tampilkan postingan dengan label DAERAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DAERAH. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Desember 2025

KDMP JAWA BARAT: Merata di semua Provinsi di Indonesia, harus kita dukung tidak boleh ada perdebatan

HAMPIR MERATA.. Kami tidak focus ke salah satu provinsi.. ungkap Menteri Desa PDT H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd disampaikan saat Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Desa Gunung Kuning, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, Jumat (19/12/2025). 

Acara dihadiri para pejabat daerah dan juga para Pendamping Desa yang telah ikut serta membersamai proses pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Majalengka.

Pemerintah sendiri menargetkan akan ada 80 ribu KDMP. Saat ini, pemerintah terus berupaya untuk merealisasikan target tersebut.

"Target kami tetap sesuai dengan perintah Bapak Presiden, 80 ribu. Tapi kan bertahap, artinya tidak sekaligus kami bangun. Di samping persiapan lahannya terus dimatangkan, diversifikasi, diidentifikasi," disampaikan lebih lanjut.


Dijelaskan bahwa di beberapa daerah, ditemukan kasus lahan yang diperuntukkan bagi KDMP, ternyata tidak strategis.

"Nah memang yang jadi kendala itu kebanyakan pengadaan lahannya. Lahan itu terkadang tanahnya ada, tapi kurang strategis. Tanahnya ada, ukurannya yang kurang dari luas yang dibutuhkan," jelas Pak Menteri.

Dalam hal pembangunan gerai tidak sedikit masyarakat yang suka rela memberikan lahannya. Hal itu seperti yang terjadi di Provinsi Kalimantan Barat. Di daerah tersebut, kata Pak Menteri, Pemdes setempat tidak memiliki tanah bengkok untuk pembangunan KDMP.

Desa Gunung Kuning Kecamatan Sindang Kabupaten Majalengka pernah meraih Juara II Lomba Desa Wisata Nusantara 2024 Kategori Maju/Mandiri. Desa yang memiliki potensi wisata dan telah dikenal oleh masyarakat luas khususnya nitizen dunia online memiliki peluang besar untuk berkembang dan mengembangkan Koperasi Desa Merah Putih. 19/12/2025

Oleh: Bidang Informasi dan Media TPP Pusat 

 

 

Selasa, 18 November 2025

TPP PROVINSI BALI: Dari Satu Layar Dasboard Mengawal Desa-Desa Dampingan

BEKERJA menggunakan satu layar Laptop menyapa ke seluruh ruang-ruang Tenaga Pendamping dan Penggiat Desa hal yang dulu mustahil dilakukan kini menjadi hal mudah dengan adanya kemajuan Teknologi Informasi. 
Tenaga Pendamping Profesional (TPP) di semua tingkatan dapat mengawal dan melakukan komunikasi dengan masyarakat desa-desa dampingan melalui pemantauan di waktu yang sama untuk semua obyek yang dikehendaki di locus di manapun berada. Pekerjaan lintas wilayah jarak dan waktu dapat dilakukan dengan biaya murah, mudah dan efektif. 

Pemanfaatan alamat link website atau blogspot dengan menyusunnya dalam satu layar dasboard mempermudah untuk menjangkau dan memonetor semua obyek wilayah. Dengan masing-masing TPP memiliki halaman website atau blogspot sebagai ruang etalase, dapat berwujud etalase komunitas TPP yang di dalamnya terkumpul alamat link desa-desa yang menjadi locus kerja pendampingan.  

Tenaga Pendamping Profesional Provinsi Bali menginisiasi dengan menjadikan Dasboard Blogspot TPP sebagai ruang untuk berkreasi dan megoptimalkan peran dan manfaat. Semua bentuk informasi dan link dituangkan dalam halaman kerja yang dapat dipergunakan sebagai ruang berselancar, jendela untuk mengintip ruang-ruang lain yang ingin dimonetor dan disinggahi. Ke atas TPP dapat membuka Portal Dasboard TPP Pusat maupun link-link website yang kiranya berkaitan dengan kebutuhan informasi TPP di level Provinsi. Kebutuhan Informasi tentang Provinsi Bali dan Instansi di Bali ditautkan pula di Sidebar untuk mempermudah menjangkau informasi. 

Dan yang tidak kalah penting karena obyek utama pendampingan TPP adalah Masyarakat Desa maka Website Desa atau bila Desa belum memiliki Website dapat didampingi diarahkan untuk membuat sementara Blogspot Desa sebagai ruang etalase atau jendela Desa selanjutnya tidak ketinggalan untuk ditautkan di Blogspot yang diprakarsai Pendamping Desa di level Kecamatan. 

Secara ringkas Susunan Jaringan Link Media Informasi adalah sebagai berikut; TPP Pusat membuat Ruang Media Informasi bebasis situs link website, selanjutnya mengumpulkan alamat link Blogspot atau website yang dibangun TPP Provinsi dan TPP Provinsi mentautkan link Blog Kabupaten di bagian Sidebar Blogspot milik Provinsi. Demikian juga Blogspot Kabupaten memasang Link Blogspot  Pendamping Desa yang mengatasnamakan komunitas Pendamping Desa di level Kecamatan dan Blogspot Kecamatan memasang Link Website Desa Dampingan. Untuk menyamakan persepsi dan kemampuan bermedia sosial PIC TPP Provinsi Bali secara intens memberikan pelatihan terhadap TPP yang lain secara berjenjang pasca Bidang Informasi dan Media Pusat memberikan Peningkatan Kapasitas ke PIC seluruh provinsi di Indonesia via zoom.

Melalui cara memasang Link Alamat Situss atau URL (Universal Resource Locator) ke layar Dasboard Blogspot maka jarak dan waktu serasa tak bersekat. Semua ada di depan mata.  TPP Provinsi Bali memanfaatkan kemudahan Teknologi Informasi ini untuk mempermudah dan mempercepat kerja-kerja pendampingan selain sebagai cara mengkomunikasikan capaian hasil kerja ke publik dan khalayak umum.

Kita mencoba memulai dengan meng Klik www.tppindonesia.com kemudian klik Provinsi Bali di bagian Side Bar samping kanan layar. Selanjutnya mulai memilah memilih Kabupaten di Provinsi Bali di Sidebar yang di pasang di bagian kiri halaman Blogspot Provinsi Bali, misal klik Karangasem dilanjutkan menyusuri kecamatan dan desa-desa yang ada di kabupaten Karangasem. 

Untuk berselancar dan menyusuri pesona Bali melalui Manajemen Jaringan Link BlogSpot TPP hanya  dengan duduk manis menghadap laptop atau pegang handphone tanpa harus keluar biaya banyak dapat diwujudkan.  

Terimakasih TPP Provinsi Bali dan tentunya TPP di provinsi-provinsi yang lain akan mengikuti jejak cerdas ini untuk memudahkan kerja-kerja pendampingan. Bangun Desa Bangun Indonesia. Desa Terdepan untuk Indonesia. 18/11/2025

Oleh: Bidang Informasi dan Media TPP Pusat 

Senin, 17 November 2025

TPP KABUPATEN GUNUNG KIDUL: Kapanewon Patuk Perkuat Persiapan Pembangunan Gerai KDMP

 

GUNUNG KIDUL, Bertempat di Pendopo Kapanewon Patuk, Senin 17 November 2025  telah diselenggarakan rapat koordinasi dalam rangka sosialisasi kebijakan dan regulasi terbaru  tentang skema usaha koperasi desa merah putih (KDMP). Kegiatan ini dihadiri oleh para Lurah dan Ketua Badan Musyawarah Kalurahan (Bamuskal) se-Kapanewon Patuk.

Dalam kesempatan tersebut, Kapanewon Patuk menghadirkan narasumber dari Tim Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul. Kehadiran TAPM dimaksudkan untuk memberikan penjelasan teknis dan penguatan kapasitas terkait perkembangan kebijakan terbaru yang harus dipahami oleh pemerintah kalurahan.

Agenda utama rapat koordinasi ini adalah sosialisasi kebijakan dan regulasi mengenai skema usaha Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Narasumber menjelaskan secara rinci landasan hukum yang menjadi pedoman pelaksanaan program KDMP, khususnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 dan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri dan 2 Lembaga tentang Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Hery Santosa, Korkab TAPM Gunungkidul, menjelaskan bahwasannya dalam rangka tindak lanjut Inpres 17/2025 dan SKB 4 Menteri, maka pemerintah kalurahan diminta untuk melakukan pendataan lahan aset kalurahan dan/atau aset pemerintah kabupaten/propinsi/pusat yang dapat digunakan sebagai lokasi pembangunan gerai tersebut. Lebih lanjut Hery menegaskan pentingnya ketepatan dalam pendataan lahan untuk pembangunan gerai, pergudangan, dan kelengkapan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) agar dikemudian hari tidak terjadi permasalahan.

"Pendataan lahan harus dilakukan secara cermat dan bertanggung jawab. Lahan yang akan digunakan untuk pembangunan gerai maupun pergudangan KDMP wajib dipastikan benar-benar clean and clear, tidak bermasalah, dan memiliki status serta mendapatkan perijinan pemanfaatan lahan," ujar Hery. Lebih lanjut Klik DAERAH

Rabu, 12 November 2025

PAPUA SELATAN: Perkuat Pelaksanaan KDMP, TPP Papua Selatan Ikut Serta Dalam Pelatihan Kompetensi KDMP di Merauke


PELATIHAN dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti Instruksi Presiden Prabowo Subianto, untuk mempercepat operasionalisasi dan pembangunan fisik Gerai, Pergudangan, serta kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Tujuannya adalah untuk memperkuat dan meningkatkan kompetensi para pendamping KDKMP agar dapat menjalankan tugas mereka, terutama memperkuat pengurus koperasi dalam pengelolaan koperasi, manajemen usaha dan tertib administrasi, diharapkan dengan peningkatan kompetensi pendamping KDKMP koperasi dapat beroperasi secara profesional, tumbuh mandiri, dan menjadi penggerak ekonomi di kampung.

Kegiatan ini diselenggarakan melalui kerjasama antara Kementerian Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) dengan Pemerintah Provinsi Papua Selatan,  dilaksanakan di Hotel Swiss-Belinn Merauke, selama lima hari dari tanggal pada 10 November sampai dengan 14 November 2025 , dengan mengusung tema  “SDM dan Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2045”.  Peserta pelatihan dihadiri oleh 44 orang pendamping Koperasi Desa Merah Putih dan 19 orang Pendamping Profesional Kemndesa PDT Provinsi Papua selatan.  

Turut hadir membuka kegiatan secara resmi, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Papua Selatan, Bapak Sunarjo, S.E., yang mewakili Gubernur Papua Selatan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan bagian dari 12 program prioritas nasional yang tengah dijalankan di Papua Selatan. lebih Lanjut Klik DAERAH

Oleh: Bidang Informasi dan Media Prov. Papua Selatan 

Selasa, 11 November 2025

PERTAJAM TARGET REFORMASI KELURAHAN DI DIY: Dinas PMKKPS DIY Kirim Surat ke Kemendesa PDT Untuk Pendayagunaan TPP


SEBAGAI upaya percepatan menggapai kesejahteraan masyarakat yang ada di wilayah perdesaan dan perkotaan, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai kebijakan yang disebut dengan reformasi Kalurahan dan Kelurahan.

Reformasi Kalurahan/Kelurahan ini mempunyai dua pilar yaitu reformasi birokrasi dan reformasi pemberdayaan masyarakat. Reformasi birokrasi menyasar pada tata kelola pemerintahannya, sedang reformasi pemberdayaan masyarakat menyasar pada penguatasn kapasitas masyrakatnya dan keduanya akan selalu beririsan.

Salah satu poin penting yang menjadi target reformasi pemberdayaan masyarakat kalurahan adalah pada tahun 2027 seluruh Kalurahan berstatus sebagai  Kalurahan/Desa mandiri dengan satu rujukan yaitu hasil pendataan Indeks Desa. Dengan demikian hal menjadi program yang inline dengan program Kementerian Desa PDT.

Hasil pendataan Indeks Desa Tahun 2025 memberi rasa optimisme bahwa target reformasi itu akan tercapai karena dari 392 Kalurahan, yang berstatus Mandiri sejumlah 384 dan berstatus Maju ada 8 Kalurahan.

Namun kemudian muncul pertanyaan, kalau semua Kalurahan sudah mandiri, apa yang akan diraih selanjutnya?? Untuk itulah kemudian diadakan diskusi antara perwakilan TAPM Provinsi dan Kabupaten bersama dengan Bidang Pemajuan dan Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan DPMKKPS DIY, yang kemudian menjadi Agenda Strategis Tahun 2026. Lebih Lanjut klik DAERAH

Oleh: Bidang Informasi dan Media TPP Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 


Senin, 10 November 2025

HADIRI FESTIVAL KAMPUNG ADAT CIKONDANG: Menteri Desa Serukan Lumbung Kesejahteraan Rakyat

MENTERI DESA dan Pembangunan Daerah Tertinggal (
Mendes PDT) Yandri Susanto kampanyekan lumbung pangan desa dan desa adat saat menghadiri Festival Kampung Adat Cikondang, Minggu (9/11).

Mendes Yandri menyebut kampung adat yang terletak di Kampung Cikondang, Kelurahan Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, ini miliki pemandangan yang indah, dan sebagian wilayahnya berpotensi dijadikan Desa Wisata.

Dia memaparkan, Kemendes PDT saat ini fokus untuk sukseskan Asta Cita 6 Presiden Prabowo Subianto, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. Mendes menilai kesejahteraan itu dimulai dari desa, olehnya Kemendes mengajak sejumlah pihak untuk kolaborasi, salah satunya Lumbung Kesejahteraan Rakyat.

"Mari kita mulai Lumbung Pangan Desa di Indonesia dari Desa Adat Cikondang," kata Mendes Yandri dalam keterangannya.

Mendes Yandri menyebut Lumbung Pangan merupakan kearifan lokal yang perlu dilestarikan dan dikembangkan lagi di desa-desa di Indonesia. Lumbung Pangan Desa ini masuk 12 Rencana Aksi Kemendes PDT yaitu Swasembada Pangan.

Mendes Yandri juga mengajak warga desa, utamanya Kampung Adat Cikondang untuk menyukseskan program-program Pemerintah yang masuk ke desa-desa seperti Koperasi Desa Merah Putih, Makan Bergizi Gratis (MBG), BUMDesa hingga Sekolah Rakyat.

Warga desa diminta berpartisipasi dalam menyiapkan bahan baku untuk program MBG seperti Telur, Beras hingga ikan. Hal ini bakal memberi efek ekonomi bagi warga desa.

"Jika desa jadi penyuplai bahan baku untuk MBG  akan membuat desa bangkit dari sisi ekonomi," 

Mendes Yandri berharap agar program-program Pemerintah yang ada didesa itu kemudian dikolaborasikan untuk me capai program Indonesia Emas 2045. Mendes Yandri juga menyinggung perlu program Desa Bersih dari Narkoba (Bersinar) yang digalakkan oleh Kemendes PDT karena mengingat efek negatif dari Narkoba.

"Kita perlu melindungi Desa dari bahaya narkoba, olehnya program Desa Bersinar harus terus digaungkan," 

Selanjutnya Klik DAERAH 

Oleh: Bidang Informasi dan Media TPP Provinsi Jawa Barat 

Selasa, 04 November 2025

TPP KALSEL: Komitmen Perangi Narkoba, Mendesa PDT Pimpin Deklarasi Desa Bersinar

 


SALAH SATU upaya memerangi narkoba adalah melalui program Desa Bersinar (Bersih Narkoba), yang berfokus pada pendekatan Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang melibatkan peran aktif masyarakat dan dukungan pemerintah setempat.

Terkait Desa Bersinar, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto hadir dan memimpin langsung Deklarasi Desa Bersinar yang dilaksananakan pada kegiatan Peningkatan Kapasitas BPD & Deklarasi Desa Bersinar Provinsi Kalimantan Selatan, Senin 3 November 2025 di Gedung Serbaguna Desa Indrasari, Martapura, Kabupaten Banjar. Hal ini menunjukan komitmen Kemdesa PDT dalam ikut memerangi bahaya narkoba di tingkat desa.

Kegiatan Deklasari Desa Bersinar selain dihadiri ribuan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kalimantan Selatan, hadir pula Gubernur Kalsel, Kepala BNN Provinsi, Kapolda Kalsel, Ketua DPRD Kalsel, Forkopimda Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat. Momen ini menjadi tonggak penting bagi Kalsel mewujudkan daerah bebas narkoba dengan menggandeng seluruh elemen masyarakat.

Dalam sambutannya Gubernur Kalsel H. Muhidin menyampaikan rasa bangga karena kedatangan Menteri Desa dan PDT ini sudah kedua kalinya ke Kalsel. Menurut Gubernur kedatangan Menteri ke Kalsel, merupakan wujud dukungan untuk Kalsel. Klik DAERAH

 

 

Kamis, 09 Oktober 2025

MENYALAKAN API PENGABDIAN DESA: Inspirasi dari Penganugrahan Desa Berkinerja Baik

 

DI TENGAH HIRUK PIKUK isu nasional yang seringkali menjauh dari denyut kehidupan rakyat kecil, ada secercah kabar baik yang datang dari tingkat paling dasar republik ini, desa. Melalui Penganugerahan Desa Berkinerja Terbaik dalam Konvergensi Penurunan Stunting yang diserahkan langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, kita disadarkan kembali bahwa perubahan sejati sesungguhnya tumbuh dari akar, bukan dari menara gading kebijakan.

Dalam pidatonya, Menteri Yandri Susanto menegaskan satu hal sederhana namun kuat: “Stunting adalah PR kita semua.” Kalimat ini seolah mengetuk kesadaran kolektif bahwa pembangunan desa tidak sekadar urusan infrastruktur, jalan, atau kantor megah. Esensi pembangunan sesungguhnya terletak pada upaya menjaga agar setiap anak desa tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing. Karena dari merekalah masa depan bangsa akan ditulis. Namun data yang muncul dari lapangan memberi kita tamparan realitas: baru sekitar 26 % desa di Indonesia yang benar-benar peduli dan aktif menangani persoalan stunting. Artinya, masih banyak desa yang berjalan dalam autopilot administratif, sekadar menunaikan kewajiban pelaporan tanpa benar-benar menumbuhkan gerakan sosial di akar rumput. Padahal, ketika desa bergerak dengan kesadaran, bukan sekadar kewajiban, maka perubahan dapat terjadi bahkan tanpa dana besar.

Selasa, 26 Agustus 2025

KABAR GEMBIRA DARI TIMUR: Dari Mimpi Jadi Nyata.. Perjuangan Enam Kampung Dogiyai Merajut Konektivitas Lewat Jalan Titian

DISTRIK KAMU SELATAN, Dogiyai, Papua Tengah, Enam Kampung Puweta 1, Puweta 2, Ugikagouda, Digikebo, Botumoma, dan Tuwaida mengukir sejarah. Dana Desa 2024 dapat membangun jalan titian 2.093 meter. Ini simbol keberanian menembus isolasi, mengatasi rawa-lumpur penghalang. Dulu, akses vital lumpuh: panen gagal, sekolah terhenti, medis darurat tragis. Keterbelakangan memicu pesimisme; SDM terbatas dianggap mustahil. Kini, jalan titian cerminan kegigihan pendamping dan kolaborasi masyarakat.Enam kampung ini dulunya terisolasi parah. Rawa dan lumpur setinggi satu meter memutus akses, di kemarau tanah retak. Panen kerap luruh sebelum pasar, anak-anak sulit sekolah, medis darurat sia-sia. Ini narasi keterbelakangan, pesimisme kronis.

Persepsi kekurangan SDM jadi benteng kukuh. "Kami tak punya keahlian," bisik suara lama, menganggap titian fantasi. Lalu, pendamping desa tiba. Mereka bukan pembawa janji, melainkan pemantik semangat. Pendekatan personal, dialog intens di gubuk, menumbuhkan kesadaran potensi diri. Dana Desa, tegas mereka, alat rakyat. Lokakarya digelar tentang arti jalan titian: akses pasar, sekolah, kesehatan terjangkau.

Mengenai SDM, pendamping melihat potensi lokal. Konstruksi kayu kearifan setempat, material seadanya. Pelatihan sederhana, tukang berpengalaman membimbing adaptasi teknik. Keterbatasan justru menyingkap potensi tersembunyi. Gotong royong jiwa Papua dihidupkan kembali, kini terstruktur. Kolaborasi ini menanamkan rasa memiliki, persatuan lintas batas.

Pembangunan jalan titian 2.093 meter, mahakarya kolektif enam kampung, dimulai. Dana Desa 2024 jadi ujian kesabaran. Tantangan lumpur, hujan, logistik rumit datang silih berganti. Semangat disemai pendamping, visi masa depan, tak goyah. Setiap balok kayu dan tiang tertancap adalah keringat mengukir harapan. Keenam kampung bekerja satu jiwa.

Rabu, 13 Agustus 2025

DARI PENOLAKAN MENJADI KEBANGGAAN: Desa Wisata Perjalanan BUM Desa Cikahuripan Membangun Desa Wisata

 Awal yang Penuh Perdebatan

Di jantung Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, suasana musyawarah pernah dipenuhi perdebatan sengit. Wacana membangun desa wisata memecah pendapat perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga.

 "Kami khawatir ini hanya akan jadi proyek sia-sia. Apalagi saat itu pandemi mulai terasa, ekonomi lesu, dan fokus warga ada pada kebutuhan dasar," kenang salah satu tokoh masyarakat yang hadir.

Namun pada Musyawarah Desa 2019–2020, di bawah kepemimpinan Kepala Desa Rudi Catur Pribadi dan Ketua BPD Dedi Bin Darif, keputusan bersejarah diambil dengan selisih tipis 50% plus satu suara. Desa Kertarahayu resmi ditetapkan sebagai Desa Wisata melalui Peraturan Desa. 

 Potret Desa Kertarahayu

· Luas Wilayah: 787,3 hektar

· Tanah Sawah: 262,4 hektar

· Tanah Darat: 524,9 hektar

· Penduduk: 7.965 jiwa (3.994 laki-laki, 3.961 perempuan)

· Pembagian Wilayah: 3 dusun, 8 RW, 21 RT

· Ketinggian: 500–600 mdpl

· Suhu Udara: 22–35°C

Lingkungan asri dan udara sejuk menjadi modal utama untuk pengembangan wisata berbasis alam dan budaya.

 Membangun di Tengah Keraguan

Awal 2020, pembangunan dimulai pelan-pelan. Jalan menuju lokasi wisata diperkeras, saluran air dibuat, dan lahan dibersihkan. Namun, sebagian warga masih ragu.

Sebagai Pendamping Lokal Desa saat itu, saya sering berdiskusi hingga larut malam dengan Ketua BPD dan Kepala Desa.

"Kalau kita berhenti sekarang, semua ide ini akan hilang. Lebih baik kita mulai dari yang kecil dan konsisten," ujar Ketua BPD pada suatu malam di balai desa.

                                                    Pembangunan Jalan Lingkungan Desa

Transformasi Menjadi Kampung Kita

Kawasan wisata ini awalnya bernama Taman Ciranggo, kemudian menjadi Taman Lansia, dan pada Musdesus 2022 lahirlah nama baru: Kampung Kita. Nama ini melambangkan rasa memiliki seluruh warga.

Kini, Kampung Kita memiliki fasilitas:

· Saung Joglo dan Saung Pelangi

· Jembatan gantung dan rumah adat

· Kolam renang hasil kerja sama dengan investor

· Lima unit cottage untuk wisatawan

"Nama Kampung Kita itu lebih mengikat. Rasanya semua warga ikut punya andil di sini," ungkap Pak Amirja, Ketua BUM Desa Cikahuripan.

 

                                        Pembangunan Desa selalu melibatkan warga (Partisipatif)

 

                                           Proses Pembangunan Taman Bermain Anak dan Lansia

 Transformasi Menjadi Kampung Kita

Kawasan wisata ini awalnya bernama Taman Ciranggo, kemudian menjadi Taman Lansia, dan pada Musdesus 2022 lahirlah nama baru: Kampung Kita. Nama ini melambangkan rasa memiliki seluruh warga.

Kini, Kampung Kita memiliki fasilitas:

· Saung Joglo dan Saung Pelangi

· Jembatan gantung dan rumah adat

· Kolam renang hasil kerja sama dengan investor

· Lima unit cottage untuk wisatawan

"Nama Kampung Kita itu lebih mengikat. Rasanya semua warga ikut punya andil di sini," ungkap Pak Amirja, Ketua BUM Desa Cikahuripan.

 Dampak Ekonomi yang Nyata

BUM Desa Cikahuripan mempekerjakan warga lokal, memasarkan produk UMKM seperti asinan salak, dan mengembangkan paket wisata terjangkau. Status BUM Desa Maju dari 135 BUM Desa aktif di Kabupaten Bekasi menjadi bukti keberhasilannya.

 

                                                                    Hasil UMKM Warga

 Pengakuan dan Prestasi

· Pendampingan rutin dari DPMD Kabupaten Bekasi

· Perda Desa Wisata dari DPRD Kabupaten Bekasi

· Mewakili Kabupaten Bekasi dalam Lomba P2WKSS Provinsi Jawa Barat 2021

"Keberhasilan ini adalah kerja sama semua pihak. Tanpa warga, tidak mungkin kita bisa sejauh ini," ujar Kepala Desa Rudi Catur Pribadi.

Pada tahun 2021, BUM Desa Cikahuripan juga menerima kunjungan dari sejumlah anggota DPRD Sulawesi yang melakukan studi banding pengelolaan desa wisata dan BUM Desa. Kunjungan ini menjadi ajang berbagi pengalaman, sekaligus pengakuan bahwa model pengelolaan yang dilakukan di Kertarahayu layak menjadi contoh bagi daerah lain.

 

 

Kebangkitan di Masa Pandemi

Pandemi tidak menghentikan langkah. Tahun 2020, pembangunan dimulai dengan akses jalan dan saluran air. Tahun berikutnya, kolaborasi dengan investor menghasilkan kolam renang dan kios-kios wisata. Pergantian kepemimpinan kepada Pak Amirja membawa manajemen yang lebih profesional. Sebagian unit dikelola pihak ketiga, sehingga pengembangan berjalan lebih cepat. 


Estafet Perjuangan

Tahun 2023, saya berpindah tugas ke desa lain. Pendampingan BUM Desa Cikahuripan dan Kampung Kita dilanjutkan oleh PLD Yayat. Kini, suara tawa anak-anak di kolam, aroma makanan khas di kios UMKM, dan pemandangan hijau sawah menjadi saksi bahwa kerja keras ini tidak sia-sia. 13/082025

 

 

 

BOX FAKTA BUM DESA CIKAHURIPAN

 

Lokasi

:

Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi

Status BUM Desa

:

MAJU

Usaha/Unit Usaha

:

Fotokopi/ATK, Peternakan Sapi, Peternakan Kambing Etawa, Wisata Air, dan Cottage

Fasilitas Wisata

:

Kolam renang, saung, jembatan gantung, rumah adat, taman lansia, UMKM lokal

Prestasi

:

Perwakilan Kabupaten Bekasi – Lomba P2WKSS Provinsi Jawa Barat 2021

 

Oleh: Susilawati, TAPM Pusat (Wakil Koordiantor Pusat)