Tenaga Pendamping Profesional... Bangun Desa Bangun Indonesia... Desa Terdepan Untuk Indonesia

Kamis, 15 Januari 2026

PERINGATAN HDN2026: Kepala Badan dan Jajaran Pimpinan BPSDM PMDDT Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Menyampaikan Ucapan Selamat Hari Desa 2026


BOYOLALI, Di kesempatan  Peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang diviralkan melalui berbagai platform Sosial Media Humas BPSDM dan Pendamping Desa Kepala BPSDM PMDDT Dr. Agustomi Masik, M. Dev., Plg beserta jajaran pimpinan menyampaikan ucapan selamat dan dorongan optimisme akan kemajuan desa-desa di Indonesia.   

Momentum acara Peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang dipusatkan di Kebun Raya Indrokilo, Kabupaten Boyolali, yang prosesi puncak acara dapat kita ikuti di liputan Youtobe KemendesPDT menjadi momen penegasan arah pembangunan nasional berbasis desa. Dalam acara tersebut, pemerintah pusat, daerah dan  bersama ribuan kepala desa dari berbagai daerah secara resmi mengumandangkan Deklarasi Boyolali (Detik Jateng 15/01/2026) yang menempatkan desa sebagai subjek utama pembangunan Indonesia.
 
Menteri Desa juga menegaskan di sambutannya bahwa di pemerintahan Presiden Bapak Prabowo Subianto ini Desa diberi ruang yang sangat luas untuk memberdayakan potensi Desa secara maksimal guna merealisasikan kesejahteraan dan kebahagiaan untuk seluruh rakyat Indonesia. 
Asta Cita ke 6 adalah bentuk nyata yang senantiasa dikawal didorong dengan berbagai program dan kegiatan  yang langsung bersentuhan dengan aspek kehidupan yang harus didukung oleh seluruh masyarakat Desa. Tema kita adalah Membangun Desa Membangun Indonesia.. Desa Terdepan Untuk Indonesia artinya "Bilamana kita membangun desa sejatinya kita adalah membangun Indonesia, dan bilmana kita tidak membangun desa sejatinya kita tidak membangun Indonesia. Landasan besar ini harus kita selamatkan segera" ajak Menteri Desa
 
 
 
Melalui Deklarasi Boyolali, desa ditegaskan bukan lagi sekadar objek kebijakan, melainkan aktor utama yang memiliki kewenangan dan kepercayaan untuk mengelola potensi serta sumber dayanya secara mandiri dan berkelanjutan. Desa berkomitmen memperkuat kemandirian ekonomi, sosial, dan politik melalui pengembangan ekonomi lokal, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta optimalisasi sumber daya berbasis potensi desa.

Deklarasi tersebut juga memuat komitmen kuat terhadap tata kelola pemerintahan desa yang demokratis, transparan, akuntabel, dan partisipatif. Masyarakat desa ditegaskan sebagai bagian tak terpisahkan dalam setiap proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan.

Nilai gotong royong kembali ditegaskan sebagai fondasi utama kehidupan desa. Dalam Deklarasi Boyolali, desa menyatakan tekad menjaga solidaritas sosial, memperkuat kebersamaan warga, serta menjadikan gotong royong sebagai kekuatan menghadapi tantangan ekonomi dan sosial.

Selain itu, desa berkomitmen menjaga dan mengembangkan budaya serta kearifan lokal sebagai identitas bangsa. Pelestarian budaya dipandang bukan sebagai beban masa lalu, melainkan sebagai sumber nilai dan daya dorong pembangunan yang berakar pada jati diri desa.

Deklarasi Boyolali juga menegaskan bahwa pembangunan desa harus berlandaskan keadilan sosial. Setiap kebijakan dan program diarahkan untuk menekan kesenjangan, melindungi kelompok rentan, serta memastikan tidak ada warga desa yang tertinggal dalam proses pembangunan.

Komitmen terhadap kelestarian lingkungan menjadi bagian penting dalam deklarasi tersebut. Desa menyatakan sikap menjaga alam, tanah, air, dan ekosistem sebagai tanggung jawab bersama demi keberlanjutan kehidupan generasi mendatang, sekaligus menolak segala bentuk pembangunan yang merusak lingkungan dan merugikan masyarakat desa.

Di dalam  deklarasi dinyatakan penolakan terhadap praktik pembangunan yang meminggirkan kepentingan rakyat, menghilangkan hak-hak masyarakat desa, serta mengabaikan prinsip keberlanjutan. Desa ditegaskan sebagai penjaga persatuan nasional dan benteng demokrasi di tingkat akar rumput.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan bahwa Deklarasi Boyolali merupakan suara kolektif desa yang harus dijadikan rujukan kebijakan nasional. Membangun Indonesia berarti memberi ruang seluas-luasnya bagi desa untuk tumbuh mandiri dan berdaulat.

Acara Peringatan Hari Desa Nasional di Kebun Raya Indrokilo dihadiri ribuan kepala desa, perangkat desa, pendamping desa, serta masyarakat dari berbagai daerah. Rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan Deklarasi Boyolali, dialog kebangsaan, pameran produk unggulan desa, dan pertunjukan seni budaya.

Melalui Deklarasi Boyolali, desa-desa di Indonesia menyatakan kesiapan menjadi motor penggerak pembangunan nasional yang adil, inklusif, dan berpihak pada rakyat. 

Bangun Desa Bangun Indonesia, Desa Terdepan Untuk Indonesia. 15/01/2026

Oleh: Bidang Informasi dan Media TPP Pusat 

HARI DESA NASIONAL 2026: Dampak Bagi Kemandirian Ekonomi di Ujung Desa

LAHIRNYA Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa membawa angin perubahan paradigma yang fundamental. Desa kini bukan lagi "objek", melainkan "subjek" yang memiliki hak untuk menentukan nasibnya sendiri  Selama puluhan tahun, desa di Indonesia dipandang sekadar sebagai halaman belakang bagi kemajuan kota. Ia dianggap sebagai penyedia bahan mentah, lumbung tenaga kerja murah, dan objek pembangunan yang pasif. Namun.

Rekognisi dan Subsidiaritas: Roh Kedaulatan Desa

Dua kata kunci yang menjadi jiwa dari UU Desa adalah Rekognisi dan Subsidiaritas. Melalui rekognisi, negara akhirnya mengakui identitas asli desa—baik itu Nagari di Minangkabau, Kampung di Papua, atau Desa Adat di Bali—sebagai entitas yang sudah ada sebelum Republik ini berdiri. Sedangkan melalui subsidiaritas, negara menyerahkan kewenangan pengambilan keputusan skala lokal kepada musyawarah desa.

Hak ini adalah "senjata" bagi desa, terutama desa-desa remote (terpencil) yang selama ini terisolasi secara geografis namun kaya secara sumber daya. Dengan hak ini, desa memiliki legalitas untuk melindungi kekayaan alamnya dari eksploitasi pihak luar dan mengelolanya melalui lembaga ekonomi lokal. Ini adalah tantangan nyata di Indonesia: bagaimana "kekayaan tersembunyi" di pedalaman tidak hanya menjadi potensi mentah, tapi benar-benar menyejahterakan warga lokal tanpa harus bergantung sepenuhnya pada logistik kota. , desa seperti ini banyak ditemukan di pedalaman Papua, pegunungan di Kalimantan, atau pulau-pulau kecil di wilayah Maluku dan NTT. Meskipun secara lokasi "tertinggal" aksesnya, desa remote biasanya punya kekayaan alam yang masih sangat murni karena belum terjamah industry tetapi secara potensi desa desa ini memiliki sumber daya alam yang luar biasa

Dahsyatnya Potensi Uniknya Entitas,

Masalah utama desa terpencil bukanlah ketiadaan barang berharga, melainkan ketimpangan informasi harga dan biaya distribusi. Hadirnya BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) dan Koperasi (seperti model Koperasi Merah Putih) sebenarnya bisa menjadi mesin penggerak ekonomi desa yang sangat kuat, terutama di wilayah terpencil. Desa-desa dengan akses jalan kaki berhari-hari atau di perbatasan samudra, kemandirian ekonomi biasanya tidak dibangun lewat jalur distribusi konvensional, tetapi bisa melalui beberapa strategi sebagai berikut:

1. Komoditas High-Value, Low-Volume (Nilai Tinggi, Volume Kecil)

Karena jalur distibusi yang Panjang terkadang harus di panggul bahkan bisa menggunakan pesawat perintis atau menggunakan perahu sehingga desa-desa ini tidak bisa menjual dalam jumlah besar maka desa focus pada produk yang sedikit secara kuantitas tapi harga tinggi seperti di kabupaten ASMAT dan MAPPI potensinya Gaharu dan Vanili, bagaimana agar sampai kepasar?J jika desa-desa ini ingin memanfaatkan BUMDes dan Koperasi, berikut adalah skema yang bisa diterapkan

Strategi untuk Volume Sedikit/Nilai Tinggi (Gaharu/Vanili):

BUMDes: Membangun unit sertifikasi atau laboratorium mini untuk memastikan kualitas produk memenuhi standar ekspor.(dibimbing ahlinya), Koperasi: Mengumpulkan para pencari gaharu agar memiliki daya tawar kolektif, sehingga mereka tidak bisa didikte oleh satu tengkulak saja  

2. Kedaulatan Energi dan Pangan Lokal Desa di pedalaman yang beranjak Mandiri biasanya desa yang tidak lagi berfikir  kita makan esok hari dan soal kelistrikan bisa mereka selesaikan dengen mengelola alam yang mereka miliki. Salah satu desa yang paling menonjol dalam pemanfaatan aliran sungai untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) adalah Desa Rantau Kermas kecamatan Jangkat Kabupaten Merangin Provinsi Jambi dengan hak Subsidiaritas desa memanfaatkan aliran Sungai Batang Langkup untuk menggerakkan turbin mikrohidro. Masyarakatnya membuktikan bahwa menjaga hutan adat adalah investasi energi yang nyata. Melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang dikelola secara mandiri, mereka mampu menerangi desa dan menggerakkan roda ekonomi hilirisasi kopi tanpa harus menunggu bentangan kabel PLN menembus hutan. Ini adalah bentuk nyata dari politik ekologi: mereka menjaga hulu sungai demi memastikan turbin listrik tetap berputar.

Rabu, 14 Januari 2026

MENTERI DESA: Peringatan Hari Desa Nasional Untuk Mewujudkan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto

BOYOLALI, Peringatan Hari Desa Nasional 2026 dipusatkan di Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah merupakan upaya salah satu cara untuk mewujudkan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo, membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan Demikian disampaikan oleh Menteri Desa H. Yandri Susanto, S.Pt, M.Pd dalam acara membuka Pameran Produk Unggulan di Hari Desa Nasional 2026. 

 "Bukan hanya kata-kata saja, maka kita undang pelaku-pelaku usaha di level desa, untuk naik ke level yang lebih atas lagi," kata Menteri Desa dalam sambutannya membuka pameran UMKM dan pasar murah, Rabu (14/1/2026)

Menteri Desa menyampaikan bahwa akan bertekad membentuk 5000 Desa Ekspor dan desa terbanyak berasal dari Jawa Tengah. Berita tersebut dilansir di media Detik Jateng (14/01/2026)


Acara perinagatan HDN 2026 yang puncaknya akan berlangsung Kamis 15 Januari 2026 telah dimeriahkan dengan serangkaian acara yang banyak memberi manfaat kepada masyarakat desa, khususnya masyarakat luas  yang menjadi locus acara. Donor Darah di Kantor Pusat Kemendesa PDT yang dilanjutkan dengan secara simbolis pemberangkatan Bus Esports sebagai ruang kreatifitas anak kekinian dari Jakarta berangkat menuju Boyolali.


Acara Jalan Sehat dan Kerja Bakti, penguatan pengetahuan dan kemitraan/Coaching tentang Koperasi Desa Merah Putih dan BUMDES yang melibatkan praktisi di bidangnya dan elemen masyarakat serta diselenggarakan berbagai turnamen E Sport untuk anak muda kekinian digelar menambah semaraknya Hari Desa Nasional seperti yang diberitakan oleh Detik Jateng.

Menteri Desa juga menyampaikan bahwa telah menggandeng tokoh muda yang sekaligus selebriti dan pengusaha idola anak muda Raffi Ahmad untuk membersamai para Pemuda Pelopor yang akan menjadi komunitas champion memajukan desa-desa di Indonesia. 14/01/2026

Oleh: Bidang Informasi dan Media TPP Pusat 

 

 

 



"Bukan hanya kata-kata saja, maka kita undang pelaku-pelaku usaha di level desa, untuk naik ke level yang lebih atas lagi," kata Yandri dalam sambutannya membuka pameran UMKM dan pasar murah, Rabu (14/1/2026).

Baca artikel detikjateng, "Mendes Buka Pameran Produk Unggulan di Hari Desa Nasional" selengkapnya https://www.detik.com/jateng/jawa-tengah-meriah/d-8306527/mendes-buka-pameran-produk-unggulan-di-hari-desa-nasional.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
"Bukan hanya kata-kata saja, maka kita undang pelaku-pelaku usaha di level desa, untuk naik ke level yang lebih atas lagi," kata Yandri dalam sambutannya membuka pameran UMKM dan pasar murah, Rabu (14/1/2026).

Baca artikel detikjateng, "Mendes Buka Pameran Produk Unggulan di Hari Desa Nasional" selengkapnya https://www.detik.com/jateng/jawa-tengah-meriah/d-8306527/mendes-buka-pameran-produk-unggulan-di-hari-desa-nasional.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/