Tantangan Pendampingan di Daerah
Pendampingan desa di lapangan masih dihadapkan pada beragam tantangan struktural dan kultural. Kondisi geografis yang sulit dijangkau, keterbatasan infrastruktur dasar, serta akses informasi yang belum merata menjadi hambatan nyata dalam menjalankan peran pendamping secara optimal. Di beberapa wilayah, jarak antardesa yang jauh dan kondisi alam yang ekstrem sering kali menuntut pendamping untuk bekerja melampaui batas administratif dan waktu kerja formal.
Tantangan lainnya adalah beban administrasi yang tinggi. Pendamping sering kali terserap dalam urusan pelaporan dan pemenuhan indikator program, sehingga waktu untuk melakukan pendampingan substantif, seperti penguatan kapasitas, fasilitasi musyawarah, dan pemberdayaan masyarakat menjadi terbatas. Kondisi ini menuntut pendamping untuk terus menyeimbangkan antara tuntutan sistem dan kebutuhan riil di lapangan.
Tugas Pendamping dalam Realitas Lapangan
Dalam realitas sehari-hari, tugas pendamping desa jauh melampaui deskripsi kerja formal. Pendamping hadir sebagai fasilitator musyawarah, penghubung antaraktor, penerjemah kebijakan, sekaligus mitra dialog bagi pemerintah desa dan masyarakat. Pendamping dituntut untuk mampu menjelaskan regulasi dengan bahasa yang sederhana, mendorong partisipasi warga, serta membantu desa merumuskan perencanaan yang kontekstual dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.
Pendamping juga berperan penting dalam memastikan bahwa program pembangunan desa tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga berdampak nyata. Hal ini mencakup pendampingan perencanaan dan penganggaran, penguatan kelembagaan desa, pengembangan ekonomi lokal, serta pengintegrasian prinsip keberlanjutan dan inklusivitas dalam setiap kegiatan desa.
Dalam praktiknya, pendamping kerap menjadi tempat bertanya, mengadu, bahkan berharap. Kepercayaan yang diberikan masyarakat desa merupakan amanah yang harus dijaga dengan integritas dan profesionalisme. Oleh karena itu, pendamping dituntut tidak hanya memiliki kapasitas teknis, tetapi juga kepekaan sosial dan etika pendampingan yang kuat. Selanjutnya Klik DAERAH
Oleh: Andi Hamzah, Koorprov TPP Provinsi Kalimanatan Barat


TPP terbaik.
BalasHapus