BOYOLALI, Peringatan Hari Desa Nasional 2026 dipusatkan di Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah merupakan upaya salah satu cara untuk mewujudkan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo, membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan Demikian disampaikan oleh Menteri Desa H. Yandri Susanto, S.Pt, M.Pd dalam acara membuka Pameran Produk Unggulan di Hari Desa Nasional 2026.
"Bukan hanya kata-kata saja, maka kita undang pelaku-pelaku usaha di level desa, untuk naik ke level yang lebih atas lagi," kata Menteri Desa dalam sambutannya membuka pameran UMKM dan pasar murah, Rabu (14/1/2026)
Menteri Desa menyampaikan bahwa akan bertekad membentuk 5000 Desa Ekspor dan desa terbanyak berasal dari Jawa Tengah. Berita tersebut dilansir di media Detik Jateng (14/01/2026)
Menteri Desa juga menyampaikan bahwa telah menggandeng tokoh muda yang sekaligus selebriti dan pengusaha idola anak muda Raffi Ahmad untuk membersamai para Pemuda Pelopor yang akan menjadi komunitas champion memajukan desa-desa di Indonesia. 14/01/2026
Oleh: Bidang Informasi dan Media TPP Pusat
Baca artikel detikjateng, "Mendes Buka Pameran Produk Unggulan di Hari Desa Nasional" selengkapnya https://www.detik.com/jateng/jawa-tengah-meriah/d-8306527/mendes-buka-pameran-produk-unggulan-di-hari-desa-nasional.
Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
Baca artikel detikjateng, "Mendes Buka Pameran Produk Unggulan di Hari Desa Nasional" selengkapnya https://www.detik.com/jateng/jawa-tengah-meriah/d-8306527/mendes-buka-pameran-produk-unggulan-di-hari-desa-nasional.
Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/


Selamat memperingati Hari Desa Nasional! Namun bagi kami TPP yg tidak tercantum dalam SK. Perpanjangan khususnya kami TPP Sumut yg tidak masuk SK 733 sekitar 1.150 orang, ini merupakan pukulan berat yg harus kami terima. Tanpa tahu salah kami apa. Semua tugas dan instruksi telah kami jalankan dan dapat kami buktikan secara valid. Saya pribadi nilai evkin A,tidak pernah mendapat surat peringatan atau teguran, data permohonan juga sudah saya upload,sertifikat pendamping juga ada. Saat ini kami hanya berharap ada peninjauan yg transparan dan terbuka dari pak menteri yg terhormat. Bila PHK massal ini benar2 terjadi maka yg korban bukan hanya kami. Tetapi juga anak2 dan istri kami. Apalagi bagi saya yg sudah bekerja selama 10 Tahun sebagai PLD dengan tanggungan saat ini sedang berat2nya dimana 2 orang anak sedang dibangku Kuliah dan lainnya di di sekolah lanjutan dan dasar. Jadi pak menteri, jangan hanya lihat kami. Tetapi lihat juga anak istri kami..
BalasHapus